Lesson of the Day!
Lesson of the day, 1 kalimat yang sudah saya gunakan selama saya bekerja sejak 17 tahun yang lalu lulus dari kampus tercinta.
Dan dikantor pun sesekali, kalimat ini saya kumandangkan kepada adik-adik manis yang ada disekitar saya, mengingatkan bahwa hari ini kita punya satu pembelajaran bersama dari suatu hal entah itu masalah ataupun karena menemukan hal baru.
Hari ini saya ingin memantapkan kembali mengenai hal ini dan memberikan sharing dengan semua teman-teman pembaca atau bloger yang ada dibelahan dunia manapun.
2 November 2014
Minggu lalu ketika baca status seorang teman yang bilang bahwa menjadi ibu fulltime lebih barokah dibandingkan dengan ibu yang berkarir, maka lesson of the day yang ingin saya bagikan ke semua orang termasuk yang punya pemikiran bahwa ibu fulltime lebih barokah dibandingkan ibu yang berkarir adalah sekali ibu maka seumur hidup mu, engkau tetaplah ibu! bahkan ketika engkau tak lagi di dunia ini dan menjadi ibu itu adalah berkat yang tak ternilai tak perduli engkau dirumah atau bekerja selama niat suci seorang ibu kepada anaknya tak hilang dan luntur karena waktu maka sempurnalah ia sebagai seorang ibu. Tak ada yang perlu diperdebatkan mengenai hal ini. Saya yakin semua wanita ketika terpilih dan memilih menjadi ibu, ia dengan nalurinya yang tajam namun lembut tahu persis apa yang harus dilakukannya.
Untuk itu, nikmati saja waktu-waktu mu dan saat-saat mu sebagai ibu.
Kenangan akan sahabat tercinta Megasari Widyatama; Ibu 2 orang anak yang meninggal karena kanker 5 tahun yang lalu.
Have nice sleep!
Good nite and see you tomorrow....
Pembelajaran tidak harus didapat dengan melakukannya sendiri tapi melihat, membaca dan mendengarkan sepenggal pengalaman dan kisah orang lain pun bisa jadi cara kita untuk belajar, mendapat pembelajaran dan ambil pelajarannya. Di blog ini saya ingin membagi pengalaman saya, sahabat dan orang-orang yang ada disekitar saya kepada semua pengunjung blog. Enjoy Reading! Salam Semangat dan Tetap Selalu Semangat!
Sunday, 2 November 2014
Sunday, 26 October 2014
Komunikasi Efektif - Part 1
Meningkatkan Komunikasi Efektif!
Komunikasi yang efektif membantu kita untuk
memahami orang lain atau situasi dengan lebih baik dan membantu kita untuk
mencari solusi dari perbedaan, membangun kepercayaan (build trust and
confident), rasa hormat dan menciptkan lingkungan kerja yang penuh kreatifitas
dan inovasi, pencari solusi, meningkatkan aura positif, kerjasama dan rasa
peduli berkembang dengan baik.
Komunikasi Efektif menggabungkan kemampuan dalam hal mendengar, nonverbal atau bahasa tubuh, mengendalikan stress / tekanan pada saat berkomunikasi, dan kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi diri secara pribadi maupun orang yang diajak berkomunikasi.
Tentu dibutuhkan waktu dan tenaga untuk
bisa mengembangkan kemampuan ini dan menjadi komunikator yang efektif.
Namun, tetaplah berlatih dari waktu ke waktu dan pastikan Anda pun akan
merasakan hal yang positif dengan perkembangan tersebut termasuk orang yang ada
disekitarmu!
Kali ini di Part 1 ini, mari bersama-sama
mencoba belajar hal penting dalam berkomunikasi yaitu “Mendengarkan”!
#1: Mendengarkan
Pernah
dengar pertanyaan “mengapa Tuhan menciptakan 2 telinga dan 1 mulut?” jawabannya
karena Tuham mau kita untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara J
Mendengar
merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai komunikasi yang efektif.
Keberhasilan mendengar bukan berarti hanya mengerti dengan kata-kata yang
disampaikan oleh lawan bicara tapi juga mendengar bagaimana perasaannya pada
saat berkomunikasi misalnya apakah dia senang, serius, sedih, tertekan dan lain
sebagainya.
Mendengarkan
dengan efektif mampu:
- Membuat lawan bicara kita merasa didengar dan
dimengerti, hal ini biasanya berdampak pada hubungan yang lebih
erat, lebih kuat dan lebih baik dengan kita.
- Ciptakan suasana / lingkungan yang membuat semua
orang merasa aman saat mengutarakan ide, pendapat, perasaan, rencana
ataupun solusi dengan cara yang lebih kreatif menurutnya.
- Hemat waktu dan tenaga dengan membantu memberikan
informasi yang jelas dan menghindari kesalahpahaman yang tidak perlu.
- Melepas perasaan atau pemikiran yang negatif. Ketika emosi sangat terasa atau
lawan bicara merasa disakiti, terancam, tersudut, dengan mendengarkan
secara seksama, dia akan mampu melepas perasaan atau pemikiran negatif,
lebih tenang dan kemudian mampu untuk memulai mencari solusi.
Tips untuk bisa mendengar dengan efektif:
Jika tujuan kita adalah untuk benar-benar memahami dan berhubungan dengan
orang lain, biasanya mendengarkan dengan efektif muncul secara alami. Ingat saja, kejadian sehari-hari (bagi yang sudah
berkeluarga) biasanya orang tua mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan
anaknya atau (bagi yang belum berkeluarga) biasanya menyimak dengan baik apa
yang dikatakan oleh kekasih atau teman dekatnya J.
Namun,
jika hal ini tidak muncul secara alami karena satu dan lain hal, cobalah cara
ini:
- Fokus penuh kepada lawan bicara kita termasuk dengan
bahasa tubuh atau nonverbal lainnya. Jika kita melamun, sibuk dengan
sms/bbm/email atau yang lainnya, percaya kita pasti akan kehilangan pesan
lain yang ingin disampaikan selama pembicaraan tersebut. Jika fokus
menjadi hal yang menyulitkan coba mengulang apa yang disampaikan oleh
lawan bicara kita dipikiran kita biasanya ini membantu kita untuk tetap
fokus.
- Hindari interupsi atau mencoba untuk mengambil alih
pembicaraan atau mengarahkannya sesuai dengan kemauan kita. Tunggulah
sampai tiba giliran kita, karena jika kita mencoba merangkai apa yang ada
dipikiran kita, biasanya kita tidak bisa benar-benar berkonsentrasi
mendengarkan. Sering kali, hal ini justru membuat lawan bicara kita
bisa membaca wajah dan pikiran kita.
- Hindari Terlihat Menghakimi. Dalam rangka mencoba untuk
berkomunikasi efektif dengan orang lain, bukan berarti kita harus setuju
dan menyukai ide, nilai-nilai atau pendapatnya. Namun demikian, Kita
harus bisa berdampingan untuk menyampaikan pendapat tanpa terlihat atau
terkesan menghakimi, menyalahkan atau mengkritisi untuk bisa memahami
orang lain.
- Tunjukan minat atas apa yang disampaikan. Sesekali berilah komentar pendek,
tersenyum, beri kesan terbuka dan mengundang untuk berkomunikasi bantu
lawan bicara kita untuk berani meneruskan pembicaraan dengan komentar
positif.
Bicara
mengenai mendengar, tentu hal ini mengarahkan kita pada komunikasi
langsung. Ingat, cobalah untuk memilih komunikasi secara langsung sebagai
pilihan pertama dalam komunikasi dengan rekan kerja kita.
Mudah-mudahan, artikel awalan ini membantu
kita semua untuk bisa meningkatkan kemampuan komunikasi yang efektif.
Bukan hanya dengan rekan kerja saja tetapi juga dengan keluarga dan teman.
Thank you for reading!
Subscribe to:
Posts (Atom)
